Ayah Bunda pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, terutama dalam hal pendidikan dan tumbuh kembang. Namun tanpa disadari, ada beberapa pola asuh yang justru bisa menghambat proses pendewasaan mereka. Menyadari hal ini adalah langkah awal menuju parenting yang lebih baik dan lebih sesuai dengan ajaran Islam.

1. Menuntut Tanpa Menjadi Teladan
Si Keccil adalah peniru paling ulung. Mereka belajar bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari kebiasaan orang tua. Islam telah memberikan contoh bahwa keteladanan adalah metode pendidikan terbaik. Jika ingin anak jujur, kita pun harus jujur dalam hal kecil. Jika ingin anak rajin sholat, maka prioritaskan sholat tepat waktu di rumah.

2. Fokus Hanya pada Hasil, Lupa Proses
Orang tua sering menilai keberhasilan dari nilai, ranking, atau prestasi. Padahal Islam mengajarkan untuk menghargai usaha. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba apabila ia mengerjakan sesuatu, ia mengerjakannya dengan sebaik-baiknya.” (HR. Baihaqi). Fokus pada proses mengajarkan anak sabar, tekun, dan tidak takut gagal.

3. Melupakan Pondasi Agama dan Doa
Orang tua sibuk mencari sekolah terbaik, kursus terbaik, dan fasilitas terbaik, tetapi terkadang lupa pada yang utama: doa dan pendidikan agama. Doa orang tua adalah doa mustajab. Nilai-nilai Islam seperti amanah, adab, dan tanggung jawab adalah kompas moral anak di tengah dunia yang semakin kompleks.

4. Kurang Komunikasi di Era Digital
Meski hidup serumah, banyak keluarga saling “jauh” karena sibuk dengan gadget. Padahal komunikasi membangun kedekatan emosional dan rasa percaya. Orang tua perlu hadir, mendengar cerita anak, sekaligus mengarahkan penggunaan media sosial agar tidak salah jalan.

Tips Modern untuk Ayah Bunda Zaman Kini:
✓ Jadwalkan “quality time” tanpa gadget
✓ Biasakan anak membuat jurnal syukur harian
✓ Gunakan reward yang mendidik, bukan sekadar hadiah materi
✓ Diskusikan nilai, bukan hanya aturan

Mendidik anak adalah amanah besar. Dengan keteladanan, kasih sayang, doa, dan komunikasi yang sehat, Insya Allah kita bisa membentuk generasi sholeh dan sholehah yang kuat akhlaknya dan siap menghadapi zaman. Aamiin.

Penulis: Indra Rizki